Senin, 03 Maret 2014

Ducari Hypermotard paket hemat itu Sukida 250

Untuk spek jelasnya ane kurang tau..karena infonya masih simpang siur…tapi soal bentukk..aje gileee….mirip ama si Hypermurtad…
HYPERMOTARD

SUKIDA Dakkar 250
SUKIDA terbaru ini dikatakan bermesin 250cc dan bernama dakkar 250..hhmm…mantab juga kalo masuk kemari…ditunggu dah :mrgreen:
oh iyaaa..ini link ke perusahaanya : SUKIDA

sumber : http://asmarantaka.wordpress.com/2013/07/09/sukida-250-motor-adventourer-yg-mirip-ducari-hypermotard/

Suzuki RGR 150 Supermoto


Masih ingat tampilan Suzuki RGR di tahun 90-an? Bagi generasi motorist baru, pasti banyak yang enggak tahu. Maksudnya, bagi penggila motor sport tahun 90-an pasti paham dengan performa Suzuki RGR 150.

Perawatan yang mudah dengan mesin konvensional di zamannya, membuat banyak yang piara. Berbeda dengan jenis motor sport sejenis seperti kawasaki Ninja 150 dan NSR 150, sedikit ribet dengan teknologi tinggi beradiator.

Makanya, begitu mendapat order dari Haji Agoes seorang pengusaha asal Purwokerto, Siswo Winoto punggawa Wins Paddock (WP) Purwokerto seolah bernostalgia dengan kuda besi lansiran 1997 ini.
“Membangkitkan memori. Motor ini merupakan legenda di zamannya. Namun kreasi modifikasi harus dinamis. Pilihan konsep lebih condong ke supermoto dengan konsep modern,” buka modifikator beken disapa Wiwin ini.

Racikan baju menyesuaikan dengan tampilan kaki-kaki besar. Penyesuaian bodi memang belakangan. Wiwin bermaksud lebih memprioritaskan kaki-kaki yang ideal lebih dulu, demi menyasar gaya motor jangkung. Seperti seperangkat sok depan comotan Honda CRF250 terbaru. Aplikasi ajrutan trail Honda ini tidak begitu sulit. Hanya menyesuaikan laher komstir saja agar pas dengan as komstir RGR.
Postur kekar bagian depan digabung dengan swing arm handmade pada buritan. Bukan tidak mau memakai peranti limbah. Namun Wiwin berargumen lebih perhitungkan sudut as lengan ayun asli RGR. “Saya tidak mau merusak hitungan dudukan as swing arm, makanya as masih asli dan saya bikin lengan ayun,” tukas modifikator yang memakai pelat 3 mm sebagai material arm.

Hanya saja, monosok memamakai komponen modern agar redaman buritan tetap anteng. Contohnya, modifikator yang buka gerai di Jl. Sunan Ampel No. 5, Pabuaran, Purwokerto, Jawa Tengah ini memakai sok belakang Showa.

Tujuannya, agar manuver buritan tetap stabil. Tentu saja dudukan sok bagian atas menyesuaikan dengan panjang monosok Showa agar jarak main sok maksimal.
Baru deh menyesuaikan baju baru agar berkesan mewah. Tampilan baru ini sedikit banyak mengambil gaya KTM terbaru. Contohnya model sayap tangki dan dudukan nomor belakang yang sempit.

Tentunya dimensi disesuaikan belulang RGR yang kecil. Jok custom yang dibungkus kulit MBTech, terlihat berkelas dan rapi dengan pola rajutan two tone hitam dan kuning ciri kelir Suzuki.





DATA MODIFIKASI
Ban depan: Zeneos 110/70-17
Ban belakang: Zeneos 130/70-17
Lampu depan: KTM SXF
Sok depan: CRF 250
WP: 0815-4888-6755
 


 Sumber : http://motor.otomotifnet.com/read/2013/04/21/340100/99/10/Suzuki-RGR-150-Kembalinya-The-Legend

Suzuki RG V 150 SS masih mulus generasi 1 RGR


haluuu permisi numpang lewat, gara-gara ditelp. kang Mulyanto hourex lama gak on air,  lupa kalo saya punya blog wekeke, tadi pagi saya nongkrong di warung kopi terdapat penampakan Suzuki RGR gen 1 yaitu keluaran tahun 1991, waktu ngedapetin motor ini kena mahar 4 jeti iseng – iseng saya nanya berapa harganya kalo mau dilego lagi wehh alamaak 6 jeti!!! hmm kalo dibilang mahal atau nggak itu sih relatif ya, soalnya motor kondisinya terawat. sripingnya itu loh yang gak nahan masih asli. jarang saya ngelihat motor masih dalam keadaan aslinya. ngelihat motor ini jadi inget kenangan dahulu. waktu itu tiap sore pulang Madrasah ( setingkat SD ) melewati rumah penjual kue Chinese punya RGR 150, nyampe rumah berandai – andai punya motor ini apalagi ada tulisan SSS ( Super Scavenging System ) keren dah jaman segitu, suatu hari saya minta ama bapak  saya supaya vespa kesayangannya dituker ama RGR ( kan sama- sama berasap :mrgreen:  )  wah edanya saya ini :lol:  akhirnya SMP saya keturutan dibelikan Suzuki RGR Gen 2. asli ini motor kenceng banget ( termasuk bensin dan olinya hahaha ) jambakan akselerasi mak nyuss sensasi badan ini terasa kebawa ke belakang, habis ngebut  dan turun dari motor badan ini gemeteran ( maklum saya cupu kala itu hehe ). yup segitu aja dulu cerita nostalgia motor RGR 150 ini. mungkin ada yang punya kesan dengan motor ini?  RGR 150 adalah motor kencang, kini tinggal kenangan, yang sudah mewarnai jagad permotoran Sport 2 tak di Indonesia.
Lampu Belakang Sprinter




Suzuki RGR


Di awal kemunculannya jadi idola para remaja muda….toh dominasinya lambat laun kalah oleh Kawasaki Ninja, Honda nSR dan Yamaha TZM….yg jelas2 lebih keren bentuknya dan dari segi power lebih bertenaga..namun bagi Suzuki lover di Indonesia…motor ini lah motor paling keren dan bertenaga yg pernah diproduksi oleh Suzuki (di Indonesia tentunya)..berikut specnya:
DIMENSIONS AND DRY MASS

Overall length: 1,996mm
Overall width: 664mm
Overall height: 1,148mm
Seat height: 780mm
Wheel base: 1,333mm
Ground clearance: 133mm
Dry mass: 128 kg
ENGINE

Type: 2-Stroke liquid cooled
Intake system: Crankcase needlevalve
Intake control system: SIPC (Suzuki Intake Pulse Control)
Number of cylinders: 1
Bore: 61.00 mm
Stroke: 50.60 mm
Piston displacement: 148 cc
Corrected compression ratio: .6.8: 1
Carburettor: Mikuni tm 28 ss, slingshot type
Air cleaner: Wet sump
Starter system: Primary kick
Lubrication system: Liquid cooled
TRANSMISSION

Clutch: Wet multi plate type
Transmission: 4-speed
Gearshift pattern: 1 down, 5 up
Primary reduction: 3.350 (67/20)
Final reduction: 2.937 (48/16)
Gear ratios
Low: 2.636 (29/11)
2nd: 1.857 (26/11)
3rd: 1.333 (20/15)
4th: 1.095 (23/21)
5th: 0.916 (22/24)
6th: 0.833 (20/24)
Drive chain: DID: 428 Vca Or takasago: RJ 428ho
CHASSIS

Frame: S.R.F.B SUZUKI racing Frame BOX
Front suspension: Telescopic shock
Rear suspension: Single shock, new link
Steering angle: 35 deg (left & right)
Caster: 25 deg
Trail: 94mm
Turning radius: 2,600mm
Front brake: disc 290mm dia
Rear brake: disc 210mm dia
Front tyre size: 90/90-17 49S 4pr
Rear tyre size: 110/90-17 60S 4pr
ELECTRICAL SYSTEM

Ignition system: SUZUKI CDI
Ignition timing: 14 deg T.P.D.C at 6000 rpm
Spark plug: NGK: B8ES ND: W24 ESU
Battery: 12V 10.8 kc (3Ah) 10 HR
Generator: MAGNETO
Fuse: 15A
Headlight: 12V 30/30 x 2W
Tail/Brake light: 5/18 x 2W
Turn signal light: 10W
Speedometer light: 1.7W
Neutral indicator light: 1.7W
Turn signal indicator light: 3W
2T oil indicator light: 3W
Oil level indicator light: 3W
CAPACITIES

Fuel tank including reserve: 14 liter
Engine oil tank: 1.2 liter
Transmission oil: 1050 ml (change)
Front fork oil: 302 ml In solution: 1050 ml

 Sumber RG-V mulus : http://bedunduk.wordpress.com/2012/04/04/suzi-rgr-91-nostalgia-90an/
Sumber Speck : http://asmarantaka.wordpress.com/2010/07/25/antara-honda-nsr-yamaha-tzm-suzuki-rgr-dan-kawasaki-ninja-rr-milih-mana/

Patung Lembu Soro Muncul setelah letusan gunung kelud 14 feb 2014

 
Patung Lembu Suro di Lereng Gunung Gadang KediriGunung Kelud di Jawa Timur kini tengah menunjukan aktivitasnya dengan memuntahkan abu vulkanik, pasir bahkan kerikil. Akibatnya, terjadilah hujan abu bahkan hujan pasir dan kerikil di beberapa kota di Jawa Timur hingga Jawa Tengah seperti Jogjakarta. Korban-korban abu ulkanik pun berjatuhan.


Menurut catatan sejarah, letusan gunung yang terletak diantara Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang ini bahkan pernah menelan korban jiwa sebanyak 5.160 jiwa pada tahun letusan yang terjadi pada tahun 1919 silam.

Namun tahukah Anda, dibalik letusan gunung Kelud ada legenda rakyat dan mitos yang saling terhubung? Disebutkan, puncak Kelud merupakan tempat Prabu Brawijaya mengubur hidup-hidup Lembu Sura. Dan letusan Kelud selalu dikaitkan dengan sosok Lembu Sura. Lalu siapakah Lembu Sura dan bagaimana kisahnya?



Penampakan Lembu Suro Saat Gunung Kelud Meletus

Patung Lembu Suro di Kediri  
Lembu Sura adalah sosok legenda rakyat berwujud seorang pemuda berkepala binatang dengan tanduk. Ia adalah Raden Wimba, putra adipati Blambangan yang dikutuk oleh sang ayah lantaran kelakuan buruknya.
Gunung Gadang atau Gunung KerinciAlkisah, sang penguasa Majapahit, Prabu Brawijaya tengah menggelar sayembara untuk mencari suami bagi puteri cantiknya yang bernama Dyah Ayu Pupasari. Sayembara tersebut berupa uji kekuatan merentangkan busur Kyai Garudayeksa dan mengangkat gong Kyai Sekadelima. Bagi siapapun lelaki yang berhasil melakukannya, dialah yang berhak menyunting sang puteri.

Sayembara digelar, namun tak satupun jago-jago beladiri yang berhasil memenuhi dua syarat uji kekuatan itu. Sampai tibalah Lembu Suro datang, dan berhasil menaklukan dua pusaka sakti milik Kerajaan Brawijaya itu.

Sayangnya, Dyah Ayu Pupasari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dewi Kilisuci enggan menikah dengan Lembu Sura yang memiliki rupa aneh tersebut. Melalui Prabu Brawijaya, sang puteri pun meminta satu syarat lagi kepada Lembu Suro, yaitu dibuatkan sumur berbau wangi di puncak Kelud. Sumur yang sedianya akan dibuat mandi berdua usai pernikahan tersebut harus selesai dalam semalam, sebelum fajar.

Demi cintanya kepada sang puteri, tak sulit bagi Lembu Suro untuk melakukan itu, terbukti dia berhasil membuatkan sumur yang diminta sang puteri dengan bala bantuan makhluk gaib. Namun nyatanya, sang puteri tetap bersikeras untuk tidak menikah dengan Lembu Suro.

Alhasil sang puteri pun membuat rencana agar pernikahan itu tidak terjadi dengan membunuh Lembu Suro. Kepada Prabu Brawijaya sang ayah, puteri Puspasari meminta untuk mewujudkan rencana itu. Keduanya pun berkhianat atas janji sayembara tersebut.
Syahdan, ketika Lembu Suro berada di dalam sumur tersebut untuk memeriksa wanginya atas perintah sang puteri, Prabu Brawijaya pun mengerahkan pasukan untuk mengubur hidup-hidup Lembu Suro di sumur tersebut dengan bebatuan.

Sebelum mati tertimbun, Lembu Suro berteriak lantang kepada sang puteri dan Prabu Brawijaya. Lembu Suro bersumpah akan merusak tanah kerajaan Brawijaya setiap dua windu sekali.

"Prabu Brawijaya, engkau raja yang licik, culas. Meskipun aku telah terpendam di sumur ini, aku masih bisa membalasmu. Yang terpendam ini ragaku bukan nyawaku. Ingat-ingatlah, setiap dua windu sekali aku akan merusak tanahmu dan seluruh yang hidup di kerajaanmu" begitu isi sumpah Lembu Suro.

Sumpah tersebut membuat sang Raja dan rakyatnya bergidik takut dan melakukan larung sesaji di kawah Gunung Kelud untuk menolak bala dari sumpah Lembu Suro. Bahkan hingga kini prosesi larung sesaji tersebut masih dilaksanakan oleh masyarakat Sugih Waras, setiap penanggalan 23 Syura dalam kalender jawa.

Sejak itu, masyarakat sekitar menganggap setiap letusan Gunung Kelud adalah wujud amukan dan dendam serta sumpah dari Lembu Suro yang cintanya terkhianati.

Sumber : http://info-irvan.blogspot.com/2014/02/misteri-dibalik-letusan-gunung-kelud.html

Gambar : http://www.infomisteri.com/2473/munculnya-patung-lembu-suro.html

Suzuki Cristal modif Trail / mirip sepeda ontel

Ini hasil modif karyawan sekantor, pas maen ke belakang ane ngeliat, langsung jepret2 aja, walau belum sempat ketemu orangnya untuk menanyakan spesifikasi lengkapnya. Tapi kita lihat saja dulu foto-fotonya..
(kenapa belalang tempur? karena warnanya hijau, dan sepertinya bisa bertempur, hehehe..)

(kayak stang sepede bukan bro?)
(monoshock belakang, custom)
(knalpot dibalik biar maknyus ketika nerabas banjir)
(mesin jet cooled suzuki yang cukup bagus dan terkenal)
(cakram belakang pakai nissin, disc sepertinya punya satria 120 2 tak)
(jok udah modif menjadi banyak per-nya, kaya spring-bed aja, biar gak gampang pegel, tapi ngeri juga euy, di bagian tengah jok nya ada besi yang siap2 nyodok kalau2 saja hajar lobang yang keras, maka lobang pengendara juga siap2 aja disundul hehehe)
(sepertinya box menggunakan kormot, lumayanlah naro jas hujan)
(motornya tidak se-berisi sarah [pulsar merah] ane hehehe, tapi cukup garang lah :D ).
Kira2 mas bro ada yang tau basis suzuki jet cooled nya motor apa??


sumber : http://morahertanto.wordpress.com/2011/07/28/modif-suzuki-jet-cooled-ala-belalang-tempur/

Suzuki Cristal 110 Legenda tahun 1990 an

Kalau boleh dibilang pada era 90′an adalah masa keemasan pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group), bagaimana tidak pada waktu itu motor-motor sport maupun bebek berteknologi 2 tak sangat mendapat apresiasi besar dari para penikmat produk keluaran pabrikan berlogo S tersebut. Dan bisa dibilang juga, bagi konsumen waktu itu jika mau motor kencang nan sporti yaaa…pilihannya jatuh ke Suzuki, dan bahkan sampai saat ini pula trade mark kencang juga masih dipegang oleh Satria FU 150.
Sedikit menoleh kebelakang tentang produk motor kelas bebek dari pabrikan Suzuki waktu itu, pada tahun 1990, Indomobil Group devisi roda dua menelorkan bebek dengan kapasitas mesin terbesar dikelasnya. Yup…Suzuki Crystal 110, pioner bebek bermesin 110 generasi RC dikeluarga Suzuki. Kehadiran motor ini adalah sejatinya sebagai penerus tongkat estafet kesuksesan Suzuki Sprinter dipasaran roda dua negeri ini.
Dengan menampilkan design yang ramping, agak lancip tapi tidak terlalu kaku, terlihat sangat dinamis untuk dikendarai. Menggunakan wheel base tidak panjang mampu membuat bebek sporti waktu itu, memberikan akselerasi spontan nan menawan. Berbeda dengan sang kakak yaitu RC 80 atau 100 Bravo, dimana pijakan kaki boncenger masih menyatu dengan swing arm, sehingga membawa efek tidak nyaman saat dibawa kejalanan makadam, maka dimotor ini hal itu sudah tidak akan terjadi karena penggunaan foot step boncenger yang terpisah dari swing arm mampu memberikan kenyamanan pada rekan tandem sewaktu riding bersama.

Design body ramping, bobot ringan, power ndak malu-maluin, benar-benar bebek yang asik untuk diajak bermanuver dimasanya.

Dibekali mesin 2 langkah, berkapasitas 109cc, berpendingin udara plus teknologi Jet Cooled, maksimum power 12 ps pada 8500 rpm, menggunakan karburator Mikuni VM16, mengadopsi 4 percepatan, kopling otomatis tipe basah, kapasitas tangki bahan bakar 3,5lt, tangki oli samping 1,2lt, berpenghenti laju tromol depan belakang, mengaplikasikan roda depan 17-250 depan dan 17-275 belakang. Dan yang bikin hebring…motor ini sanggup dipacu sampai dengan 120 kph…ck..ck..ck...sedap betul.

Beberapa yang ditawarkan dari Suzuki Crystal 110.
Selama masa edarnya dari tahun 1990 sampai dengan 1995, motor ini pernah mengalami metamorfosa 2 kali. Maksud metamorfosa disini adalah Suzuki Crystal selain hadir dengan tipe biasa, tapi juga menghadirkan versi racing (Crystal Tune 110). Perbedaan versi racing dengan yang biasa adalah adanya pemasangan knalpot model racing serta penutup rantai penerus daya yang sudah menggunakan model terbuka dan model indikator speedo meter yang berbeda dari versi biasa. Oo..iya pada versi Tune ini, untuk ukuran main jet dan pilot jet juga berbeda, jika yang versi biasa menggunakan 90 dan 20, sedangkan versi Tune 95 dan 22.5. Dan tidak itu saja power yang dihasilkan dari versi Tune lebih besar dari yang biasa juga yakni 12,5 ps pada 8500 rpm. Sehingga mampu membawa motor ini untuk digeber pada batas kecepatan 130 kph kondisi standar pabrik…hmmm…lumayan kencenglah untuk ukuran bebek produksi lokal pada waktu itu, tapi kalau mengingat kedua rem nya yang masih tromol jadi mikir 2 kali untuk ngebut :-D.

Suzuki Crystal Tune 110. Walaupun menyandang tampilan hampir sama dengan versi biasa, tapi soal urusan power, jangan pernah menyangsikannya.


Suzuki Crystal Classic. Varian low entry yang lumayan untuk diajak bermanuver dijalanan.

Last...sebelum pamornya digusur oleh sang adik kandung yakni Suzuki Tornado GS 110 pada tahun 1994, Suzuki Crystal merupakan motor idaman buat pecandu kecepatan yang menginginkan bebek lokal dengan performa yahud. Dan sekarang ini, motor ini bisa dikatakan telah benar-benar hilang dari peredaran jalanan dinegeri ini, apalagi yang versi Tune…jangan harap sampean akan menemuinya lagi.

sumber : http://dwinugros.wordpress.com/2010/11/15/suzuki-crystal-110-riwayatmu-kini/

Kamis, 27 Februari 2014

Honda Blade 125 FI siap meluncur

Baca Disini : Honda New Blade 125 Injeksi 2014

Sekilas Seperti Supra125Fi ganti baju Honda Blade

New-Honda-Blade-FI-3
benar-benar new honda blade 125 fi 
cek gilamotor ( disini )
New-Honda-Blade-FI-1New-Honda-Blade-FI-2New-Honda-Blade-FI-4New-Honda-Blade-FI-5
tidak ada perubahan dari honda blade injeksi ini, honda supra x 125 ganti baju honda Blade (HONDA gitulhoh)
knalpot honda blade 125


sumber : http://pertamax7.com/


 
Spesifikasi mesin Honda Blade 125 FI :
spesifikasi mesin honda blade 125 FI
Spesifikasi Mesin Honda Supra X 125 FI :
spesifikasi mesin honda supra x 125 FI
Dan dari data-data di atas,bisa kita tarik kesimpulannya jika memang kedua motor ini spesifikasi mesinnya sama plek. Tapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan ada beberapa part mesinnya yang berbeda,hal ini di dasarkan pada performa Honda Blade 125 yang di kabarkan “sedikit” di bawah Honda Supra X 125 FI.
Bagi konsumen ,hal ini tentu sangat membantu. Karena pemilik kedua tipe motor ini bisa saling common part.
Bagi Produsen dalam hal ini pabrikan, hal ini tentu sangat sangat menguntungkan   ;-)   nggak perlu riset mesin baru…,,hemat energi..hemat biaya   ;-)   keuntungannya besar 
Wah..,jadi ini bisa di katakan cuma memindahkan mesin honda supra x 125 FI di rangka Honda Blade dong,mas..??   Yaah..sepertinya sobat bikers harus bijk menanggapi hal ini,walaupun KENYATAANNYA MEMANG SEPERTI ITU   ;-)